Jual Sirtu Alam

Tanggal: 16 Juli 2023
Penulis: admin
Sirtu adalah singkatan dari pasir batu. Sirtu terjadi karena akumulasi pasir dan batuan yang terendapkan di daerah-daerah relatif rendah atau lembah. Sirtu biasanya merupakan bahan yang belum terpadukan dan biasanya tersebar di daerah aliran sungai. Sirtu juga bisa diambil dari satuan konglomerat atau breksi yang tersebar di daerah daratan (daerah yang tinggi).
Sirtu berasal dari dua bagian yang yang berukuran besar merupakan material dari batuan beku, metamorf dan sedimen. Sedangkan berukuran halus terdiri pasir dan lempung. Seluruh material tersebut tererosi dari batuan induknya bercampur menjadi satu dengan material halus. Kuatnya proses ubahan atau pelapukan batuan dan jauhnya transportasi sehingga material batuan berbentuk elip atau bulat dengan ukuran mulai kerikil sampai bongkah.
Fungsi Sirtu Dalam Konstruksi Bangunan
Memang tidak bisa dpungkiri lagi, bahwa pertumbuhan pesat infrastruktur di tingkat global telah menjadikan beton sebagai bahan konstruksi yang paling banyak digunakan dan umum digunakan di seluruh dunia. Tentuya hal tersebut dapat menciptakan tekanan yang sangat besar pada industri beton untuk memproduksi beton dalam jumlah besar, dalam memenuhi permintaan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat. Terlebih pada biaya produksi beton yang tergantung pada dari bahan baku penyusunnya seperti semen, agregat (kasar dan halus) dan air.
Diantara bahan baku penyusunnya, pasir sungai yang membentuk sekitar 35% dari volume beton berperan penting dalam menentukan biaya beton. Sumber pasir sungai yang menipis dan pedoman lingkungan yang ketat tentang pertambangan, secara bertahap mampu mengalihkan perhatian industri beton ke arah alternatif agregat halus yang sesuai yang dapat menggantikan pasir sungai sekarang ini . Sirtu pun hadir sebagai alternatif yang layak untuk mengganti pasir sungai, dimana saat ini kerap digunakan sebagai agregat halus dalam beton.
- Sirtu Sebagai Campuran Beton
Efektivitas beton tergantung pada bahan dan konsistensinya. Pastinya, kita tidak ingin mendapatkan campuran yang menyusut atau menjadi rapuh ataupun encer. Terdapat 4 material lainnya yang dibutuhkan, seperti semen, pasir, kerikil, dan air. Dengan menambahkan air, maka akan terbentuk pasta yang berfunsgi sebagai mengikat semua bahan hingga campuran mengeras. Kekuatan beton berbanding terbalik dengan rasio air / semen.
Disamping itu, sirtu juga sangat membantu dalam mengurangi serta membatasi jumlah penyusutan yang terjadi pada beton saat diawetkan. Untuk membuat beton lebih kuat, tambahkan lebih banyak semen atau lebih sedikit pasir. Semakin dekat Anda membuat rasio menjadi satu banding satu pasir ke semen, semakin kuat peringkatnya. Hal terebut juga berlaku sebaliknya.
Akan tetapi, beberapa ahli beton merekomendasikan untuk menggunakan 26% pasir, 41% kerikil, 11% semen, dan 16% air. Sedangkan volume yang kurang dari 6% adalah aliran udara. Air entrainment merupakan campuran yang ditambahkan ke dalam campuran selama produksi untuk membantu campuran dalam menahan efek merusak dari siklus freeze-thaw. Campuran tersebut sangat di semua beton yang diekspos ke elemen eksterior.
- Sirtu Sebagai Bahan Pengurukan
Fungsi lain sirtu yaitu untuk pengurukan. Batu Sirtu mempunyai sifat licin karena bentuk batunya yang bulat maka cocok juga digunakan untuk pengurukan lantai rumah, lahan parkir atau lainnya yang akan segera di timpa coran atau pemasangan keramik diatasnya.
- Sirtu Sebagai Bahan Jalan Beton
Sirtu juga sering digunakan pada konstruksi jalan beton. Sirtu menjadi material yang harus ada untuk lapisan pondasi bawah. Lapisan ini terdiri dari campuran 50% batu pecah dan juga 50% batu bulat. Lapisan ini disertai dengan pasir bergradasi dan proporsi tertentu yang kemudian ditempatkan di atas tanah dasar. Umumnya, bahan yang dipakai pada jenis pondasi jalan beton ini adalah pasir dan agregat. Pasir merupakan agregat halus, dimana ciri khasnya memiliki ukuran yang sangat halus, yakni 0,25 sampai dengan 4,75 mm.
Agregat ini berupa kerikil yang bentuknya seperti batu pecahan dari alam maupun koral, serta memiliki tekstur yang sangat keras sehingga untuk memecahkannya dibutuhkan mesin khusus. Batu ini sangat kuat untuk menunjang fungsi pondasi lapisan bawah pada jalan beton. Ukuran batu pecah ini adalah maksimal 50 mm. Untuk menunjang semua pekerjaan di atas, maka dibutuhkan alat-alat khusus berupa alat angkut dan juga kereta dorong. Sementara alat penghampar agregat, yakni berupa mistar pelurus. Bukan hanya itu, terdapat juga alat pemadat yang digunakan bisa berupa mesin gilas maupun tamper dan timbris.
Sebelum sirtu diaplikasikan untuk jalan beton, maka dipersiapkan dulu tanah dasarnya. Pertama, dilakukan dulu pekerjaan untuk memperoleh elevasi dan kekuatan tanah dasar sesuai rencana. Tahap ini dilakukan mulai dari pembersihan, pembentukan badan jalan, pemadatan badan jalan serta pemadatan tanah dasar. Setelah tahap di atas lalu dilakukan tahap penghamparan sirtu atau lapis pondasi agregat. Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, penghamparan, dan yang tak kalah penting adalah pemadatan agregat.
